Usai Jerman Kalah dari Jepang, Kata Azab Sempat Menggema di Twitter

Usai Jerman Kalah dari Jepang, Kata Azab Sempat Menggema di Twitter
Usai Jerman Kalah dari Jepang, Kata Azab Sempat Menggema di Twitter

NEXTSPORT.ID – Sebelum kick-off pada pertandingan pembuka Grup E Piala 2022, Rabu (23/11/2022) malam WIB, para punggawa timnas Jerman kompak menutup mulut mereka selama sesi foto tim.

Aksi itu dilaporkan sebagai upaya protes Der Panzer atas larangan FIFA terkait penggunaan ban kapten lengan ‘OneLove’ dengan motif pelangi.

Bagi sebagian netizen, hasil akhir pertandingan 1-2 untuk kemenangan timnas Jepang sebagai ‘azab’ atas dukungan Jerman terhadap LGBT.

Kata azab pun sempat menggema di media sosial Twitter pada Rabu malam tidak lama usai peluit akhir dibunyikan wasit.

BACA JUGA:  Ganti Shin Tae-yong, PSSI Tunjuk Bima Sakti Jadi Pelatih Timnas Indonesia U-19 di Toulon Cup 2022

Hingga berita ini ditulis, sedikitnya sudah ada hampir mencapai 7 ribu cuitan yang memakai kata dan tagar azab. Sedangkan, kata OneLove sendiri terhitung 57 ribu cuitan.

“Akibat OneLove, negara ini hanya mencetak OneGoal. Azab itu nyata,” kata akun @BolaBolaAja.

“Pengen bilang ini azab tidak mematuhi peraturan tuan rumah. Jerman harus belajar hal sederhana seperti ‘apa itu norma?’. Hanya norma,” kata ucap akun @B_melOdramatic.

BACA JUGA:  Timnas Indonesia Bisa Pesta Gol 10 : 0 atas Filipina, Syaratnya Begini

Adapun, timnas Jerman dalam pernyataan resmi mereka mengatakan, ‘OneLove’ bukanlah gerakan politik. Mereka menilai bahwa hak asasi manusia tidak bisa ditawar-tawar. Hak asasi itu, haruslah sesuatu yang sudah seharusnya dimiliki, Tetapi menurut timnas Jerman, kenyataannya belum.

“Itulah mengapa pesan ini sangat penting bagi kami. Melarang kami menggunakan ban lengan sama saja melarang kami bersuara. Kami tetap pada pendirian kami,” tegas Jerman dalam keterangan resmi mereka.

It wasn’t about making a political statement – human rights are non-negotiable. That should be taken for granted, but it still isn’t the case. That’s why this message is so important to us.

BACA JUGA:  Daftar 6 Tim Yang Tidak Pakai Ban Kapten Pelangi Piala AFF CUP 2021

Denying us the armband is the same as denying us a voice. We stand by our position.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close