Berita  

Pakar Sepakbola Vietnam Kritisi Dekatnya Shin Tae-yong dengan Ketum PSSI

NEXTSPORT.ID – Pakar sepakbola Vietnam kritisi dekatnya Shin Tae-yong dengan Ketum PSSI. Menurut pakar sepakbola Vietnam, Vu Manh Hai, kedekatan mereka bakal jadi bumerang untuk sepakbola Indonesia.

Desakan supaya Iwan Bule mundur dari Ketua Umum PSSI memuncak usai insiden berdarah Kanjuruhan. Desakan itu muncul dari berbagai elemen.

Peristiwa setelah pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya itu merenggut 132 jiwa manusia. Iwan Bule dituntut untuk mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas insiden memilukan itu. Akan tetapi, tuntutan ini justru membuat reaksi dari Shin Tea-yong.

Juru taktik asal Negeri Gingseng itu ‘mengancam’ bakal mundur dari jabatan pelatih seandainya Iwan Bule mundur dari jabatannya.

BACA JUGA:  Timnas Indonesia U-23 Tiba di Tanah Air, Habis Lebaran Langsung Terbang ke Vietnam

Tentu saja, sikap Shin mengakibatkan masyarakat Indonesia menjadi terpecah belah. Ada yang membela, ada yang mempersilakan.

Vu Manh Hai menilai kedekatan Shin dengan Iwan Bule sebetulnya bukanlah hal yang baik. Pakar asal Vietnam itu menilai, kedekatan yang terlalu ‘dekat’ ini dapat menjadi bumerang untuk persepak bolaan Indonesia.

“Presiden Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI)-lah yang membawa kembali Tuan Shin. Shin dan Ketua ini memiliki hubungan dekat, sangat protektif satu sama lain. Ketika Ketua ini diminta untuk mengundurkan diri, Tuan Shin membuat pernyataan membela dan membela dengan segala cara, terlepas dari kiri dan kanan,” kata Manh Hai, dikutip dari Soha VN, Senin (17/10/2022).

“Hubungan antara Mr Shin dan Presiden PSSI sangat pribadi. Itu sama sekali tidak menguntungkan sepak bola Indonesia,” sambungnya.

“Tidak peduli seberapa berjasanya Tuan Shin, sulit bagi penggemar Indonesia untuk setuju dengannya jika dia terus melakukan hal yang salah. Penggemar Indo juga sangat waspada, mengetahui perbedaan antara benar dan salah,” tambah Manh Hai.

Di sisi lain, Manh Hai mengapresiasi peran Shin Tae-yong yang berhasil membuat sepakbola Indonesia berkembang.

Akan tetapi, Manh Hai menilai, pelatih berusia 52 tahun itu tidak profesional dan banyak mencampuri masalah federasi.

“Pak Shin adalah orang yang berbakat, tetapi dengan apa yang dia ciptakan, saya pikir banyak orang tidak menyukainya. Dia terlalu keras kepala,” ujar Manh Hai.

“Saya tetap harus mengatakan dia adalah pelatih yang baik, dengan kepribadian, memimpin Indonesia menuju kesuksesan. Jika dia mengubah kepribadiannya, menjadi lebih objektif, itu akan sangat diterima di Asia Tenggara,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close