Meski Tidak Ada Suporter, Pelatih UEA Akui Pemainnya Grogi Saat Lawan Indonesia

Walau Tak Ada Suporter, Pelatih UEA Akui Pemainnya Grogi Saat Lawan Indonesia
Walau Tak Ada Suporter, Pelatih UEA Akui Pemainnya Grogi Saat Lawan Indonesia

NEXTSPORT.ID – Pelatih Uni Emirat Arab U-17, Alberto Gonzalez Cabot akui pemainnya grogi ketika berhadapan dengan Indonesia meski laga digelar tanpa penonton.

Timnas U-17 Indonesia berhasi menang 3-2 atas Uni Emirat Arab pada pertandingan grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 di Stadion Pakansari, Rabu (5/10/2022) malam WIB.

Timnas Indonesia unggul dua gol lebih awal melalui gol Nabil Assyura (19′) dan Arkhan Kaka (29′). Sayangnya Uni Emirat Arab berhasil menyamakan skor sebelum babak pertama berakhir.

Arkhan Kaka tepatnya di menit ke-66 memastikan kemenangan Indonesia dengan skor 3-2. Juru taktik Uni Emirat Arab, Alberto Gonzalez Cabot menjelaskan bahwa perbedaan kecil yang membuat timnya kalah dari Indonesia.

“Ini yang saya bilang 50:50, Indonesia coba untuk memegang bola, kami juga coba pegang bola, detail kecil yang bikin perbedaan,” kata Alberto Gonzalez Cabot dalam konferensi pers pasca-laga yang dihadiri BolaSport.com.

Pelatih asal Spanyol juga akui jika tim besutannya grogi ketika menghadapi Indonesia, terutama di babak kedua.

Padahal laga di Stadion Pakansari, Bogor itu tidak dihadiri oleh suporter demi menghormati korban tragedi Kanjuruhan. Alberto Gonzalez hanya memaklumi kondisi demikian karena para pemainnya juga masih dalam usia remaja.

“Tetapi setelah gol dari Indonesia, kami coba bereaksi. Tentu saja pemain-pemain ini adalah remaja, mereka dalam fase berkembang,” kata Alberto Gonzalez Cabot.

“Pemain ini kadang punya tekanan semacam ini ketika ada di pertandingan. Dari sisi kami coba untuk menenangkan (pemain) tetapi itu sulit,” tambahnya.

Cabot berharap timnya bisa memetik pelajaran dari kekalahan dari Indonesia.

“Mereka mengerti dan menerima instruksi untuk lebih tenang, tetapi pemain emosional seperti yg kamu bilang, dan beralih ke jadi nervous,” ujarnya.

“Ini hal yang bisa jadi pelajaran dengan pengalaman seperti ini. Saya harap pemain belajar sesuatu setelah laga ini,” tambahnya.

Di sisi lain pelatih timnas U-17 Indonesia, Bima Sakti kembali mempersembahkan kemenangan atas UEA untuk korban tragedi Kanjuruhan.

“Alhamdulillah, seperti pertandingan pertama kemenangan nini kami persembahkan untuk saudara-sudara kita yang terkena musibah di kanjuruhan, semoga ini menjadi kebangkitan sepakbola kita,” kata Bima.

“Dan harapan kami pemain, pelatih dan ofisial juga jadi momentum semua suporter untuk bersatu. Mari kita bangkitkan sepakbola Indonesia bersama sama,” imbuhnya.

Bima Sakti terus mengevaluasi timnya, terutama karena saat lawan UEA kebobolan dua gol akibat konsentrasi lini belakang yang lengah.

“Dan pertandingan ini di babak pertama memang kami melakukan kesalahan terutara saat unttul dua kosong, terutama kehilangan konsentrasi, di menit 30 sehingga kita kecolongan dan saya yakin pemain bisa bangkit di babak kedua dan kkami bilang untuk tetap percaya diri, fokus,” ujar Bima.

“Kita masih ada dua pertandindingan lagi dan ini berat. Saya sudah bilang ke pemain untuk mengurangi kesalahan terutama saat defense dan kordinasi.”

“Egonya tidak boleh berlebihan an fokus untuk pertandingan lawan Palestina,” tambahnya.

BACA JUGA:  Timnas Indonesia U-16 Akan Kalahkan Malaysia di Laga Penentu Kualifikasi Piala Asia U-17 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close