Berita  

Didesak Mundur, Iwan Bule Menyalahkan Kekurangan Stadion Kanjuruhan

Disesak Mundur, Iwan Bule Menyalahkan Kekurangan Stadion Kanjuruhan
Disesak Mundur, Iwan Bule Menyalahkan Kekurangan Stadion Kanjuruhan

NEXTSPORT.ID – Didesak untuk mundur sebagai Ketum PSSI, Iwan Buler cari-cari kekurangan Stadion Kanjuruhan.

Desakan mundur untuk Iwan Bule makin kuat, akan tetapi dia justru menyalahkan kekurangan Stadion Kanjuruhan atas insiden yang memakan korban setidaknya 125 korban jiwa.

Iwan Bule berupaya mengelak dari tuntutan masyarakat yang ramai dengan tagar out di media sosial. akan tetapi, sang Ketua Umum PSSI menjawab dengan mengungkapkan kekurangan-kekurangan yang ada di Stadion Kanjuruhan.

“Banyak kekurangannya, single seat yang belum ada, kemudian tribun berdiri itu nantinya nggak boleh,” kata Iwan Bule, sapaan akrabnya sesuai meninjau kembali Stadion Kanjuruhan Malang, pada Kamis siang (6/10/2022).

BACA JUGA:  Resmi! Zinedine Zidane Mengundurkan Diri dari Real Madrid

Iwan Bule menyampaikan bahwa dia siap berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan pemerintah pusat tentang audit kelayakan stadion. Ini sama dengan instruksi Presiden Joko Widodo sebelumnya.

“Tentu ahlinya kalau saya hanya melihat ternyata ada tribun berdiri, aturan itu bukan aturan lazim. Lazimnya nggak ada di tempat lain, anggaran mungkin kurang makanya nanti di audit oleh PUPR. Itu tanyakan ke PUPR,” kata dia.

Ia akui sebagian besar stadion di Indonesia yang dimiliki pemerintah daerah (Pemda) menjadi kendala. Apalagi masing-masing Pemda disebut Iwan memiliki anggaran terbatas dalam pemeliharaan stadion.

“Tentunya masih belum kan di Indonesia tidak seperti di luar, di luar itu Stadion punya klub, Ajax, Liverpool, MU (Manchester United), ini kan mereka masih nyewa punya Pemda. Mungkin maintenance Pemda juga terbatas Oleh sebab itu makanya kemarin Presiden (Jokowi) akan melakukan renovasi renovasi sesuai dengan aturan yang mendekati atau sama dengan FIFA,” paparnya.

Namun ia mengakui telah berkoorinasi dengan FIFA tentang perbaikan manajemen stadion sampai persepakbolaan Indonesia secara menyeluruh, termasuk juga manajemen suporter.

“FIFA akan memberikan pendampingan semua sistem persepakbolaan Indonesia baik pengamanan, suporter dan lain sebagainya,” bebernya.

Namun ketika akan ditanya tentang desakan mundur dari kursi Ketum PSSI, ia memilih diam dan meninggalkan para awak media sambil berjalan cepat di area luar Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close