Bahaya Gas Air Mata, Dapat Mengakibatkan Meninggal Dunia seperti Insiden Kanjuruhan

Bahaya Gas Air Mata, Dapat Mengakibatkan Meninggal Dunia seperti Insiden Kanjuruhan
Bahaya Gas Air Mata, Dapat Mengakibatkan Meninggal Dunia seperti Insiden Kanjuruhan

NEXTSPORT.ID – Gas air mata sedang menjadi perhatian dan polemik ketika pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya mengakibatkan ratusan jiwa melayang.

Pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada hari Minggu (2/10/2022) ada sebuah tembakan gas air mata polisi.

Peristiwa itu berlangsung tepat setelah laga selesai dengan skor 2-3 untuk kemenangan Persebaya Surabaya atas Arema FC.

Apalagi akibat gas air mata yang ditembakkan polisi mengakibatkan suporter yang tadinya turun ke lapangan menjadi panik.

BACA JUGA:  Piala Menpora 2022 Resmi Bergulir Pada Pertengahan Juni

Mereka berupaya keluar dari stadion sampai terjadinya desak-desakan dan mengakibatkan ratusan di antaranya meninggal dunia.

Insiden paling memilukan yang pernah terjadi dalam sejarah persepakbolaan Indonesia, seolah polisi tidak tahu bagaimana seberapa bahayanya gas air mata yang mereka tembakan.

Dikutip dari webite resmi UM Surabaya, Dede Nasrulah, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya mengatakan bahaya kandungan gas air mata.

Menurutnya gas air mata mempunyai tiga bahan kimia dengan salah satu di antaranya adalah chloroacetophenone atau disingkat CN.

Bahan kimia ini bisa menghasilkan sejumlah dampak pada manusia yang terpapar, mulai dari iritasi langsung hingga kesulitan bernapas.

“Paparan bahan kimia tersebut secara langsung dapat menyebabkan iritasi pada mata, sistem pernapasan, dan kulit,” ucap Dede.

“Selain itu, gas air mata dapat juga menimbulkan rasa gatal pada kulit, panas, dan penglihatan kabur. Gejala lainnya yaitu terkait dengan pernapasan dapat dialami.”

“Seperti sulit bernapas, batuk, mual dan muntah,” imbuhnya.

Tak dapat dipungkiri, rentetan tembakan gas air mata yang diarahkan ke tribun penonton mengakibatkan paniknya suporter Arema FC.

Nettizen pun berharap, penyebab peristiwa memilukan itu segera ditemukan dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close