127 Orang Tewas, Indonesia Terancam Sanksi FIFA Sampai Potensi Pencabutan Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

127 Orang Tewas, Indonesia Terancam Sanksi FIFA Sampai Potensi Pencabutan Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023
127 Orang Tewas, Indonesia Terancam Sanksi FIFA Sampai Potensi Pencabutan Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

NEXTSPORT.ID – Sejumlah127 orang tewas karena kerusuhan kelar pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di lanjutan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB.

Karena tragedi di atas, Indonesia akan terancam mendapat sanksi FIFA sampai pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Korban kerusuhan pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya lebih banyak daripada insiden Heysel antara Liverpool melawan Juventus di final Liga Champions 1984-1985.

Kejadian itulah yang mengakibatkan Indonesia dalam hal ini PSSI, bisa mendapat hukuman dari FIFA selaku Federasi Sepakbola Dunia.

Arema FC vs Persebaya Surabaya

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB itu, Singo Edan –julukan Arema FC– dikalahkan sang rival bebuyutan di kandang sendiri. Dengan drama lima gol, Arema FC dibungkam Persebaya Surabaya dengan keunggulan 2-3.

Karena tak terima tim kebanggaannya mereka kalah, setelah pertandingan berakhir, para Aremania –juukan supporter Arema FC– langsung turun ke lapangan dari tribun penonton.

Akhirnya, mereka bentrok dengan pihak keamanan dengan melakukan perusakan di dalam stadion yang mengakibatkan keadaan menjadi tidak kondusif.

Keadaan yang telah runyam itu justru diperparah dengan gas air mata yang dilontarkan petugas keamanan mengarah ke tribun penonton.

Akhirnya, para suporter menjadi panik dan saling berdesakan sampai ada yang terinjak serta sesak napas. Apalagi, insiden itu hingga menyebabkan 127 orang meninggal dunia.

Jumlah itu melebihi jumlah korban dari insiden Heysel yang terjadi pada 29 Mei 1985 saat pertandingan final Liga Champions antara Liverpool vs Juventus. Saat itu, tembok stadion Heysel runtuh dan menyebabkan 39 orang meninggal dunia.

Dua hari berselang, FIFA memberikan hukuman larangan bermain diajang antarklub Eropa kepada klub Inggris selama lima tahun.

Oleh itu, pengamat sepakbola Tanah Air, Akmal Marhali, menilai hal itu bisa jadi membuat FIFA meninjau ulang kembali kelayakan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 yang akan bergulir pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023.

“Ingat tragedi Heysel, 29 mei 1985. Pada 31 Mei 1985 UEFA langsung menghukum klub Inggris tidak boleh terlibat dalam kompetisi Eropa selama Lima Tahun,” kata Akmal Marhali saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (2/10/2022).

“Jumlah korban tewas sudah melebihi tragedi Heysel, 29 Mei 1985, Liverpool vs Juventus yang menewaskan 39 orang. Bukan mustahil status indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia ditinjau ulang,” imbuhnya.

Dalam kerusuhan pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya semalam, juga ada sejumlah pelanggaran yang terjadi.

keputusan pihak kepolisian menembakkan gas air mata telah melanggar aturan FIFA. Semua itu tercantum dalam pedoman “FIFA Stadium Safety and Security Regulation”.

Arema FC vs Persebaya Surabaya

Hal itu tepatnya pada pasal 19 poin B disebutkan bahwa tidak boleh sama sekali penggunaan senjata api dan gas air mata untuk pengendalian massa. Berikut bunyi lengkapnya:

(19)Pitchside stewards

In order to protect the players and officials as well as maintain public order, it may be necessary to deploy stewards and/or police around the perimeter of the field of play. When doing so, the following guidelines must be considered:

a) Any steward or police officer deployed around the field of play is likely to be recorded on television, and as such their conduct and appearance must be of the highest standard at all times.

b) No firearms or “crowd control gas” shall be carried or used.

((19)Petugas di pinggir lapangan

Untuk melindungi para pemain dan ofisial serta menjaga ketertiban umum, diperlukan penempatan steward dan/atau polisi di sekeliling lapangan permainan. Saat melakukannya, pedoman berikut harus dipertimbangkan:

a) Setiap steward atau petugas polisi yang ditempatkan di sekitar lapangan permainan kemungkinan besar akan direkam di televisi, dan oleh karena itu perilaku dan penampilan mereka harus memiliki standar tertinggi setiap saat.

b) Tidak ada senjata api atau “gas pengendali massa” yang boleh dibawa atau digunakan.

BACA JUGA:  Asik Jordy Wehrmann Sudah Oke Gabung Timnas Indonesia, Tinggal Tunggu Manajer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close