Anggaran Terbatas, NOC Indonesia Kurangi Jumlah Atlet dan Ofisial di Sea Games 2021

Anggaran Terbatas, NOC Indonesia Kurangi Jumlah Atlet dan Ofisial di Sea Games 2021
Anggaran Terbatas, NOC Indonesia Kurangi Jumlah Atlet dan Ofisial di Sea Games 2021

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mengakui bahwa mereka harus mengurangi atau memangkas jumlah atlet dan Offisial yang akan berlaga di Sea Game 2021 mendatang.

Hal itu dilakukan karena anggaran minim yang dimiliki Indonesia untuk ajang Sea Games 2021. Perlu diketahui ajang Sea Games 2021 akan dilangsungkan di Hanoi, Vietnam pada tanggal 12-24 Mei 2022.

Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Ferry Kono menjelaskan bahwa mereka sudah mendapatkan beberapa opsi untuk mengatasi masalah anggaran minim di Sea Games 2021 usai melakukan rapat bersama Exco akhir pekan lalu.

BACA JUGA:  Asnawi Ditarik keluar, Ansan Greeners Tumbang Dikandang Seoul E-Land

“Kami perlu mengurangi jumlah kontingen, mengingat konsep yang diterapkan di SEA Games ini konsep tempur, bukan latihan. Kami menggunakan skema ramping dan efisien,” ujar Ferry.

“Jadi tidak semua pelatih berangkat, begitu juga apabila cabor mau membawa dokter atau masseur khusus. Kami akan lihat apakah mereka mau membantu cabor lain.”

“Termasuk mekanik, misalnya cabor balap sepeda, apa mereka juga mau membantu teknis di cabor lain, seperti sepeda yang akan digunakan atlet triathlon,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Akmal Marhali Hina PSSI Karena Tak Hentikan Liga, Jawaban Mochamad Iriawan Membuatnya Terdiam!

NOC Indonesia juga sudah memberikan daftar altet yang memungkinan untuk mengikuti ajang Sea Games 2021 mendatang ke Kemenpora.

“Rekomendasi yang kami kirimkan sudah memenuhi parameter yang ditentukan, yang memiliki peluang medali, baik emas, perak, dan perunggu, serta potensi atlet junior.”

Karena keterbatasan dana tersebut, Ferry menjelaskan bahwa mereka masih terbuka pada cabor yang mau mengikuti Sea Games menggunakan biaya secara mandiri.

Namun, semua atlet yang akan dikirim menggunakan biaya mandiri akan tetap sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan.

BACA JUGA:  Deretan Bonus Greysia/Apriani Usai Raih Emas Olimpiade Tokyo: Uang 5,5 M hingga Tanah

“Keputusannya tentu tidak bisa memuaskan semua pihak, tapi kami membuka opsi bagi cabor yang mampu dibiayai mandiri oleh Nasional Federation, dengan parameter khusus.”

“Jadi, walau menggunakan biaya mandiri, mereka tetap perlu memastikan atlet yang turun adalah yang mampu bersaing dan jadi tolak ukur pembinaan,” tuntas Ferry Kono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

close