Tampil Beda, Jakarta International Stadium Sediakan Joging Track di Ketinggian 72 Meter

Tampil Beda, Jakarta International Stadium Sediakan Joging Track di Ketinggian 72 Meter
Tampil Beda, Jakarta International Stadium Sediakan Joging Track di Ketinggian 72 Meter

Jakarta International Stadium atau JIS nampaknya akan menghadirkan berbagai fasilitas serta keistimewaan. Salah satunya adalah Joging track di ketinggian 72 meter.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan stadion lain contohnya Gelora Bung Karno yang menyediakan track joging disekitaran stadion saja.

Nantinya, Joging track ini akan berada di lantai 9 Sky View Deck dan memiliki putaran sejauh 950 meter dengan lebar trek yakni 3 meter.

Para pelari yang menggunakan joging track ini akan mendapatkan keindahan pemandangan kota Jakarta dan laut ancol.

BACA JUGA:  Tak Ada Barcelona, Inilah Tim Yang Sudah Di Pastikan Lolos 16 Besar Liga Champions

“Tracknya itu 950 meter untuk keliling dengan lebar 3 meter.  Kami siapkan 1 lift karena jumlah di atas terbatas yakni 100 orang. Makanya kami gunakan 1 lift untuk mudahkan kontrol,” ujar Asisten Manajer Konstruksi Jakpro, Fadhlillah Akmal Yusron

Meski begitu, pihak JIS juga tak ketinggalan untuk memperhitungkan dari segi keamanan para pelari dan pengunjung yang akan menggunakan joging track tersebut.

“Kita sudah perhitungkan angin. Ketika saat konsep design kita ada wind tunnel, selain kita running di aplikasi kami juga merunning secara laboratorium di Australia,” lanjut Fadhlillah. 

BACA JUGA:  Timnas Indonesia Terus Berbenah Usai Kalah dari Afghanistan dan Oman

“Kami kasih proteksi atau value engineering untuk perkuat struktur disana. Makanya bisa taruh expanded metal tinggi (semacam agar pembatas) untuk pecah angin dan keamanan di atas.”

Wakil Ketua DPRD, Mohammad Taufik mengaku kagum dengan gebrakan yang diberikan oleh JIS. Bahkan ia menyebut adanya joging track ini akan memberikan kesan tersendiri bagi warga mengenai Jakarta International Stadium.

“Saya kira ini, spektakuler menurut saya dan takjub liat pemandangannya. Pemandangannya kalau ke kiri bisa liat rangka atap buat nutup, begitu ke kanan bisa liat laut sampai ke sirkuit formula e keliatan bagus banget,” kata Taufik.

BACA JUGA:  Uero 2020: Portugal vs German, Siapa Layak Menang

“Iya, kalau gak terbuka untuk umum untuk apa, ya kan? Saya kira secara teknis sudah dihitung ini kan ada buka tutup terus udah dihitung juga jadi aman untuk masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

close