Salah Persepsi soal Program STY, Sekjen PSSI Beri Penjelasan ke Haruna Soemitro

Salah Persepsi soal Program STY, Sekjen PSSI Beri Penjelasan ke Haruna Soemitro
Salah Persepsi soal Program STY, Sekjen PSSI Beri Penjelasan ke Haruna Soemitro

Haruna Soemitro kembali mendapatkan balasan dari para orang-orang yang sama-sama berkecimbung di PSSI.

Haruna Soemitro yang mengatakan bahwa tidak setuju naturalisasi karena belum ada contoh yang bagus dibalas oleh Yunus Nusi.

“Saya termasuk rezim yang tidak setuju naturalisasi. Kenapa? Saya selalu berdebat urusan naturalisasi. Ambil contoh. Apa yang dihasilkan dari naturalisasi selama ini? Mulai dari era Cristian Gonzales sampai rombongan Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo,” jelas Haruna.

BACA JUGA:  Membanggakan, Timnas Sepakbola Amputasi Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2022

“Kritik saya begini. Ketika mau menaturalisasi, harus apple to apple dengan pemain lokal. Apakah pemain lokal kita tidak ada yang sebagus mereka? Contoh Sandy Walsh, bek kanan, pertanyaannya, bagus mana Sandy dengan Asnawi Mangkualam?”.

“Posisi bek tengah. Mana yang lebih bagus antara pemain keturunan itu dengan Alfeandra Dewangga? Kalau range-nya masih terpaut 1-2, lebih baik tidak usah. Kalau hanya sama, apa bedanya pemain naturalisasi dengan pemain lokal?”.

BACA JUGA:  Sudah Gabung Timnas Indonesia U-19, Marselino Ferdinan Main Lawan Korsel U-19 ?

“Jika kedatangan pemain naturalisasi menghilangkan kesempatan bagi anak bangsa kita, itu jadi masalah besar. Justru kehadiran pemain naturalisasi itu untuk memperkuat. Apa yang kosong di Timnas Indonesia? Striker?”.

“Kalau striker yang datang, punya reputasi, jam terbang, dan skill di atas yang dari kita punya sekarang, saya dukung. Namun, kalau faktanya tidak, untuk apa?”

Yunus Nusi menjelaskan bahwa Shin Tae-yong meminta naturalisasi pemain yang memiliki darah Indonesia, bukan seperti contoh-contoh pemain yang disebutkan Harun Soemitro.

BACA JUGA:  Kurang Bersyukur, Pelatih Malaysia Mengeluh Begini Soal Lapangan Piala AFF U-19

‘’Program naturalisasi ini berbeda dengan di zaman Christian Gonzales, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Beto Gonzalves dll.” ucap Yunus Nusi.

“Sekarang murni yang memiliki darah Indonesia. Program naturalisasi juga keinginan dari STY (Shin Tae-yong),’’ imbuh mantan Ketua Asprov Kalimantan Timur itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

close