Timnas Indonesia sebenarnya berkesempatan diisi oleh banyak pemain keturunan.
Namun tidak semua pemain yang memiliki keturunan Indonesia mau membela Timnas Indonesia dan menjadi warga negara Indonesia.
Beberapa pemain keturunan Indonesia yang memiliki karir gemilang di Eropa cenderung memilih negara yang bermain di kompetisi yang lebih bergengsi dibanding AFC maupun AFF.
Inilah 3 pemain keturunan Indonesia yang menolak bermain untuk Timnas Indonesia.
Emil Audero Mulyadi
Mulyadi, tentu orang-orang Indonesia akan tahu bahwa nama tersebut sering terdengar digunakan di Indonesia.
Emil sendiri diketahui lahir di Indonesia, tepatnya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 18 Januari 1997.
Ayah Emil adalah orang Indonesia bernama Edy Mulyadi, sedangkan ibunya bernama Antonela Audero.
Emil pun pernah dipanggil Timnas Indonesia pada 2016 silam. Namun, ia dengan tegas menolaknya.
Alasannya karena Emil ingin fokus membangun kariernya di Italia.
Jayden Oosterwolde
Shin Tae-yong pernah tertarik dengan Oosterwolde untuk memperkuat Timnas Indonesia U-19.
Namun, ajakan Shin Tae-yong dimentahkan begitu saja karena Oosterwolde lebih memilih membela Timnas Belanda.
“Melalui agen saya, saya sudah mengatakan saat ini saya fokus untuk membela Timnas Belanda. Indonesia dan Suriname belum masuk pertimbangan saya. Saya selalu bermimpi untuk Timnas Belanda dan saya sedang mengejarnya,” ujar Oosterwolde mengutip dari media Belanda, ELF Voetbol.
Bila melihat pernyataan di atas, Oosterwolde memang memiliki darah Suriname.
Namun, nyatanya ia tak tertarik membela negara tempat kedua orang tuanya berasal, yakni Indonesia dan Suriname.
Daniel Klein
Daniel Klein merupakan pemain keturunan yang memiliki darah Bali dari ibunya. Ia kini bermain di Liga Jerman dan membela FC Augsburg.
Tentunya dengan pengalaman Klein itu, Timnas Indonesia akan sangat diuntungkan jika ia bergabung.
Namun, secara mengejutkan Klein justru secara terbuka di media sosial menolak untuk bermain bersama Timnas Indonesia dan memilih fokus di Timnas Jerman.